Yayasan pengelola pendidikan yang berkomitmen membentuk generasi berkarakter dan berintegritas dalam semangat Santo Joseph
Perjalanan historis Yayasan Joseph Esa Ene dari tahun 1953 hingga sekarang
Yayasan Joseph didirikan pada tanggal 16 April 1953 di Manado oleh Kongregasi SJMJ dengan lima pendiri awal: Moeder Anuncia, Suster Benigna, Moeder Francoise, Moeder Antonino, dan Suster Josepha. Fokus karya meliputi pendidikan, kesehatan, dan sosial pastoral.
Yayasan Joseph dimekarkan menjadi dua: Yayasan Joseph (pendidikan & sosial-pastoral) dan Yayasan Ratna Miriam (kesehatan) untuk menyesuaikan tuntutan pemerintah dan kompleksitas tata kelola.
Tercatat dalam Berita Negara RI dengan nama Yayasan Joseph Yeemye. Mendirikan perwakilan di Jakarta, Sulawesi Selatan dan Tenggara, serta Sulawesi Utara.
Perwakilan Sulawesi Utara membuka persekolahan di Piru, Maluku, memperluas wilayah pelayanan pendidikan.
Kongregasi SJMJ mendirikan Yayasan Peduli Kasih untuk memisahkan pengelolaan bidang sosial-pastoral dari Yayasan Joseph Yeemye.
Yayasan Joseph Yeemye dimekarkan menjadi cabang Sulutteng di Manado dan cabang Jakarta, sebagai persiapan kemandirian yayasan.
Yayasan Joseph Yeemye dimekarkan menjadi tiga yayasan mandiri: Yayasan Joseph Yeemye (Makassar), Yayasan Joseph Sang Pekerja (Jakarta), dan Yayasan Joseph Esa Ene (Manado).
Tanggal 5 Juli 2022 Yayasan Joseph Esa Ene menjadi yayasan mandiri dan pada tanggal 13 Juli 2022 Yayasan Joseph Esa Ene memperoleh pengesahan pendirian badan hukum lewat keputusan KEMENKUMHAM NOMOR AHU-0014585.01.04.Tahun 2022
Makna mendalam dari nama "Esa Ene" dan kaitannya dengan Santo Joseph
SATU
Dalam bahasa Tombulu, "Esa" berarti satu. Namun bukan ketunggalan mutlak, melainkan realitas keragaman yang dipersatukan dalam satu ikatan spiritualitas. Seperti kata "Minahasa" yang berasal dari "Mina-Esa" - Yang Dipersatukan.
YA
Kata "Ene" bermakna afirmasi positif dan kesiapsediaan. Seorang Minahasa mengungkapkan kesediaannya untuk membantu dengan kata "Ene". Ini mencerminkan kharisma SJMJ: kesiapsediaan apostolis yang selalu menyesuaikan diri dengan tanda-tanda zaman.
Santo Joseph adalah sosok yang tulus hati, tanpa kata-kata, selalu siap sedia menjalankan kehendak Tuhan. Ia adalah man of discernment yang dengan hati tenang berdiskresi dan mempertimbangkan setiap keputusan.
Dalam diamnya, Joseph mendengarkan kehendak Allah dan taat kepada perintah-Nya. Ia tidak pernah membantah Allah. Ketaatannya membuatnya mundur perlahan setelah menunaikan tugas menjaga Sang Penebus.
Identitas, visi, misi, dan tujuan Yayasan Joseph Esa Ene
Menjadi lembaga pengelola pendidikan yang transformatif, berkarakter SJMJ dan menyelenggarakan pendidikan holistik.
Lembaga yang tanggap terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat
Siap menanggung risiko dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban
Memberikan pelayanan bermutu yang memancarkan kejujuran dan ketulusan
Mengetahui hak dan kewajiban serta berpihak pada yang benar
Bersikap penuh persaudaraan dan bergaul dengan semua orang
Menghargai martabat manusia tanpa memandang suku, agama, ras, dan status sosial
Melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan aturan yang berlaku
Berani membuat terobosan baru yang lebih bermutu dan produktif
Peduli terhadap sesama dengan semangat solidaritas
Informasi resmi dan wilayah kerja Yayasan Joseph Esa Ene
Yayasan Joseph Esa Ene
AF5995
Jl. Sam Ratulangi No. 60, Wenang Selatan, Manado
0431-867325
yayasanjosephesaene@gmail.com
Sulawesi Utara, Maluku, Kalimantan Timur
Pengurus Yayasan Joseph Esa Ene
Pembina Yayasan
Sr. Margaretha Toliu SJMJ
Pengawas Yayasan
Sr. Maria Makalew SJMJ
Ketua Yayasan
Sr. Christine Weridity SJMJ
Bendahara
Sr. Maria Reine Polii SJMJ
Data tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik